Showing posts with label PKN. Show all posts
Showing posts with label PKN. Show all posts

Monday, December 17, 2018

BAB 4 BANGGA SEBAGAI BANGSA INDONESIA

A. Ciri Khas Bangsa Indonesia
1. Hidup Bersama dalam Perbedaan Bangsa Indonesia memiliki keragaman budaya, suku bangsa, dan kekayaan alam. Keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia tidak menimbulkan perselisihan. Bahkan, perbedaan tersebut, menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia memiliki semboyan yang dikenal dengan �Bhineka Tunggal Ika�. Istilah Bhineka Tunggal Ika berasal dari Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular. Bhineka Tunggal Ika, artinya berbeda-beda, tetapi tetap satu tujuan. Bhineka Tunggal Ika merupakan pemersatu keragaman bangsa Indonesia.
2. Kekayaan Alam
Indonesia memiliki kekayaan yang indah dari Tuhan. Wilayah Indonesia terdiri atas daratan dan lautan. Kekayaan alam Indonesia juga tersebar di daratan dan di lautan. Kekayaan tersebut terdiri atas kekayaan hutandan kekayaan laut.
3. Keramah Tamahan
Sikap ramah tamah merupakan salah satu ciri khas bangsa Indonesia. Sikap tersebut harus dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.
B. Bangga Menjadi Anak Indonesia
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menunjukkan rasa bangga menjadi bangsa Indonesia. Misalnya, dengan cara menggunakan barang buatan dalam negeri dan berusaha meraih cita-cita untuk memajukan bangsa Indonesia.
1. Menggunakan Barang Buatan Dalam Negeri
Sebagai anak Indonesia, kita harus bangga menggunakan barang buatan orang Indonesia. Barang-barang buatan Indonesia sangat menarik, terutama kerajinan tangan. Kerajinan tangan Indonesia sudah banyak diekspor ke luar negeri.

2. Berusaha Meraih Cita-Cita
BAB III Memiliki Harga Diri Sebagai Individu

Manusia adalah makhluk yang paling mulia diantara makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya maka dari itu manusia diberi akal dan fikiran akal manusia dapat mencapai hidup yang lebih baikdengan akal manusia dapat berfikir dan dapat mencapai hidup yang lebih baik. dengan budi manusia menggunakan perasaan untuk membedakan baik atau buruk, akal budi manusia menjadi manusia menjadi makhluk yang lebih tinggi derajatnya. Dengan akal budinya manusia mampu menilai dirinya sendiri.
Harga diri adalah kesadaran seberapa besar nilai yang diharapkan diberikan orang lainterhadap diri kita, setiap manusia ingin dihormati oleh orang lain.
Bentuk-bentuk Harga Diri
Menghargai Orang Lain : Harga diri seseorang tidak dilihat dari kekayaan, ketampanan, dan kepandaian akan tettapi harga diri seseorang akan dihormati atau tidak tergantung pada dirinya sendiri. dimata Tuhan manusia semua sama derajatnya. martabat manusia dapat berubah untuk itu martabat yang tinggi harus dikembangkan dan dipertahankan.
Menjaga Harga Diri: Harga diri yang kita punyai hendaknya kita bina dan kita jaga sejak masih kecil, yaitu dengan membiasakan hal-hal yang baik dan menghindari hal yang tercela
Bentuk harga diri antara lain mengaku kelebihan dan kekurangan orang lain. Harga diri harus kita jaga supaya:
Dihargai orang lain
Menambah semangat
Mendorong melakukan hal-hal yang terpuji
Memiliki percaya diri
Meencintai diri sendiri


BAB II NORMA DI MASYARAKAT

Pengertian Norma
Norma = Aturan
Norma adalah aturan yang berlaku di lingkungan masyarakat
Manfaat Norma :
1. Mengatur tingkah laku manusia di masyarakat.
2. Sebagai panduan dan pengendali tingkah laku masyarakat

Jenis Norma
1. Norma tertulis
Jika dilanggar akan mendapat sanksi atau hukuman
• Saling menghormati
• Menengok teman yang sakit
• Tidak membeda-bedakan teman
• Membantu teman yang kesusahan
• Mengucapkan salam kepada guru
• Menyimak pelajaran dengan baik

2. Norma tidak tertulis
Jika dilanggar akan dikucilkan oleh masyarakat
contoh :
Saling menghormati
• Menengok teman yang sakit
• Tidak membeda-bedakan teman
• Membantu teman yang kesusahan
• Mengucapkan salam kepada guru
• Menyimak pelajaran dengan baik

Macam-macam norma menurut sumber antara lain
1. Norma Agama
Norma agama adalah norma yang bersumber dari ajaran agama.
Bersumber dari kitab suci
Jika dilakukan akan mendapat pahala.
Jika dilanggar akan mendapat dosa.
Sesuai dengan Pancasila sila ke - 1

contoh :
Sholat, puasa, zakat, haji.
Bersedekah.
Berdoa sebelum beraktivitas.
Makan mengunakan tangan kanan.
Hormat kepada orang tua dan guru.

2. Norma Hukum
Norma hukum adalah aturan yang bersumber dari negara.
Norma hukum dibuat oleh pemerintah berdasarkan Pancasila dan berpedoman
kepada undang-undang
Pelanggarnya dapat diberi hukuman.

contoh :
Peraturan lalu lintas
Tata tertib sekolah
Kewajiban membayar pajak

3. Norma Sopan Santun
Norma sopan santun adalah norma yang bersumber dari budaya masyarakat.
Norma sopan santun mengatur cara pergaulan dalam masyarakat
Jika dilanggar akan dikucilkan dari masyarakat

contoh :
Berbicara dengan lembut kepada orang tua
Orang tua membimbing anaknya
Patuh kepada nasehat orang tua
Tidak boleh menyinggung perasaan orang lain.

4. Norma Susila
Norma susila adalah norma yang muncul dari hati nurani manusia
Norma susila merupakan ukuran baik atau buruknya seseorang
Jika dilanggar akan dikucilkan oleh masyarakat.

contoh :
Pria harus menghormati wanita
Wanita harus menjaga tingkah laku
Tidak membeda-bedakan teman

Bersahabat dengan semua orang.

PKN

BAB I SUMPAH PEMUDA

Pernahkah kalian mendengar peringatan hari Sumpah Pemuda? Ya, setiap tanggal 28 Oktober bangsa Indonesia memperingati hari
Sumpah Pemuda, salah satunya dengan upacara bendera. Sumpah Pemuda memiliki makna yang penting bagi bangsa dan negara Indonesia. Apa sebenarnya Sumpah Pemuda itu? Apa manfaat memperingati hari Sumpah Pemuda? Pada pelajaran pertama di kelas III ini, kalian akan belajar mengenai Sumpah Pemuda. Diharapkan setelah mempelajari ini, kalian dapat memahami tentang apa yang dimaksud satu nusa, satu bangsa,dan satu bahasa. Selain itu, kalian juga dapat melaksanakan nilai-nilai Sumpah Pemuda.

Bangsa Indonesia bertekad untuk mempersatukan seluruh rakyat Indonesia melalui perkumpulan pemuda dari berbagai daerah. Brawal dari inilah, maka muncul apa yang disebut Sumpah Pemuda.
Peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
Sumpah Pemuda adalah sebuah ikrar atau janji yang diucapkan secara bersama-sama oleh para pemuda Indonesia pada saat penjajahan. Mereka mengucapkan sumpah itu pada tanggal 28 Oktober 1928. Jadi di saat Indonesia belum merdeka, masih dijajah oleh Belanda. Ikrar atau janji yang diucapkan tersebut berbunyi sebagai berikut.
Pertama : Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia
Kedua : Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia
Ketiga : Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean,bahasa Indonesia

Cobalah kalian secara bersama-sama mengucapkan Sumpah Pemuda itu! Mungkin kalian akan kesulitan mengejanya. Hal itu karena tulisan zaman dulu masih menggunakan ejaan lama. Huruf U ditulis OE, Y ditulis J dan J ditulis dengan huruf DJ. Namun, memang demikianlah tulisan Sumpah Pemuda yang ditulis dan diucapkan oleh para pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 waktu itu. Pada saat upacara peringatan hari Sumpah Pemuda, ikrar itu umumnya dibacakan kembali dengan maksud agar para generasi muda meneladani dan mewarisi arti penting Sumpah Pemuda.

Mengapa para pemuda Indonesia perlu mengucapkan ikrar atau janji yang selanjutnya dikenal dengan nama Sumpah Pemuda tersebut? Kalian pasti tahu, bahwa waktu itu bangsa Indonesia masih dijajah oleh Belanda. Bangsa yang dijajah sangat menderita. Bangsa Indonesia telah berusaha berjuang melawan Belanda. Maka muncullah perlawanan-perlawanan terhadap penjajah Belanda. Seperti Pangeran Antasari dari Kalimantan Selatan, Sisingamangaraja dari Batak, Cut Nyak Dien dari Aceh, Pangeran Diponegoro dari Jawa, dan lain-lain. Namun, perjuangan para pahlawan bangsa tersebut belum berhasil.

Sebabnya adalah perjuangan mereka masih bersifat kedaerahan dan kurang terorganisasi. Menyadari hal itu, para pemuda Indonesia tahu bahwa perjuangan bangsa memerlukan persatuan dan organisasi yang baik. Kita perlu bersatu sebagai satu
bangsa yaitu bangsa Indonesia. Para pemuda juga membentuk berbagai organisasi kepemudaan sebagai wadah perjuangan mereka.

Organisasi kepemudaan pertama adalah Trikoro Darmo, berdiri pada tahun 1915. Trikoro Darmo didirikan para pemuda yang berasal dari Jawa. Kemudian Trikoro Darmo berubah nama menjadi Pemuda Jawa atau Jong Java. Berdirinya Jong Java mendorong pemuda daerah lain mendirikan organisasi kepemudaan juga. Maka berdirilah berbagai organisasi pemuda yaitu:
Gabungan Pemuda Sumatra (Jong Sumatranen Bond) pada tahun 1917.
Pemuda Minahasa (Jong Minahasa).
Pemuda Ambon (Jong Ambon).
Pemuda Sulawesi (Jong Celebes).

Semua organisasi pemuda tersebut masih bersifat kedaerahan, termasuk Trikoro Darmo yang berubah menjadi Jong Java. Meskipun bersifat kedaerahan, organisasi pemuda tersebut ingin menyumbang tenaga dan pikiran untuk kemajuan daerah dan akhirnya kemajuan dan kemerdekaan tanah airnya. Mereka juga menginginkan persatuan dan kesatuan di antara organisasi kepemudaan yang ada.
Pada tahun 1926, berdirilah PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia). PPPI tidak lagi bersifat kedaerahan, tetapi bertujuan menanamkan rasa kebanggaan, cinta tanah air, dan berusaha mempersatukan semua perkumpulan pemuda. Pada tahun 1926, PPPI berhasil mengadakan Kongres Pemuda Indonesia. Kongres Pemuda berupaya menyatukan perkumpulan pemuda yang bermacam-macam itu ke dalam satu wadah yang disebut Indonesia Muda. Akan tetapi, upaya tersebut belum berhasil. Meskipun demikian semangat dan gagasan bersatu demi perjuangan bangsa Indonesia tetap hidup terus. Pada tahun 1928, PPPI mengadakan Kongres Pemuda Indonesia lagi yang disebut Kongres Pemuda II. Kongres Pemuda II diadakan di Gedung Kramat Raya 106, Jakarta. Dalam Kongres Pemuda II tersebut tepatnya pada hari Minggu malam tanggal 28 Oktober 1928 para pemuda
mengucapkan ikrar atau janji. Ikrar tersebut selanjutnya dikenal dengan nama Sumpah Pemuda sebagaimana telah tertulis di muka.

Dalam kongres itu juga untuk pertama kalinya diperdengarkan lagu Indonesia Raya. Lagu Indonesia Raya diciptakan oleh WR. Supratman. Lagu Indonesia Raya mendapat sambutan hangat dari peserta kongres. Lagu tersebut akhirnya diakui sebagai lagu kebangsaan Indonesia. Pada kongres tersebut juga diakui bendera Merah Putih sebagai bendera kebangsaan. Bendera Merah Putih saat itu tidak dikibarkan, tetapi hanya dipajang. Kongres Pemuda II yang mencetuskan Sumpah Pemuda tersebut
dilakukan oleh perkumpulanperkumpulan pemuda antara lain:
1. Jong Java
2. Jong Sumatranen Bond
3. Jong Batak
4. Sekar Rukun
5. Jong Islamiten Bond
6. Jong Celebes
7. Pemuda Kaum Betawi
8. Pemuda Indonesia (PI)
9. Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI)

Lebih dari seribu orang peserta kongres berdiri tegak dan menyambut ikrar itu dengan tepuk tangan
gemuruh. Bahkan ada di antaranya yang menangis karena terharu. Ikrar itu merupakan peristiwa sejarah
yang sangat penting. Ikrar itu menunjukkan keberanian para pemuda Indonesia yang luar biasa. Mereka sedang
dijajah dan ditunggui oleh para polisi Belanda. Dengan ikrar Sumpah Pemuda, para pemuda Indonesia secara bersama-sama telah mengakui adanya satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa yaitu Indonesia. Ikrar ini telah mempersatukan kita sebagai bangsa Indonesia.

Para pemuda Indonesia sebagai peserta kongres itu antara lain:
1. Sugondo Joyopuspito sebagai ketua kongres yang berasal dari PPPI.
2. Muhammad Yamin sebagai sekretaris kongres berasal dari Jong Sumatranen Bond.
3. Amir Syarifudin sebagai bendahara berasal dari Jong Batak.
4. Joko Marsaid sebagai wakil ketua dari Jong Java.
5. Johan Muhammad Cai dari Jong Islamiten Bond.
6. Rohayani dari Pemuda Betawi.

Meskipun Kongres Pemuda II belum berhasil mempersatukan pemuda Indonesia dalam satu wadah, namun semangat ikrar Sumpah Pemuda dan lagu Indonesia Raya menyala dan semakin berkobar. Akhirnya pada tahun 1930 berhasil didirikan Indonesia

Muda sebagai wadah semua organisasi dan gerakan pemuda Indonesia untuk berjuang melepaskan diri dari belenggu penjajahan.