Monday, December 17, 2018

BAB 9 Proyek Sains

A.    Mengubah Energi Angin Menjadi Energi Gerak
Energi angin dapat diubah menjadi energi gerak. Pernahkah kamu melihat kincir angin? Kali ini kita akan membuat kincir angin. Kincir angin digerakkan oleh angin. Kincir angin dapat dimanfaatkan sebagai penggerak dinamo. Dinamo ini menghasilkan energi listrik. Energi listrik disalurkan ke rumah-rumah. Energi listrik digunakan untuk menyalakan peralatan elektronik. Contohnya lampu listrik, televisi, dan radio. Angin adalah udara yang bergerak. Gerakan angin memutar baling-baling kincir angin. Semakin kencang angin semakin cepat pula kincir berputar. Pada PLTA, kincir angin dihubungkan dengan dinamo. Gerakan kincir angin membuat dinamo berputar. Putaran dinamo menghasilkan energi listrik. Kincir angin dapat terus berputar sepanjang waktu. Kincir angin harus ditempatkan di daerah tinggi dan berangin kencang.
B.     Mengubah Energi Air Menjadi Energi Gerak

Kincir air digerakkan oleh air. Kincir air dimanfaatkan sebagai penggerak generator. Generator dapat menghasilkan energi listrik.
BAB 8 Energi dan Pengaruhnya dalam Kehidupan Sehari-hari

A.    Berbagai Macam Energi dan Pengaruhnya
1.      Energi Panas
Panas merupakan bentuk energi. Energi panas dapat dihasilkan dari api. Tangan kita akan terasa sakit jika tersentuh api. Api juga dapat membakar kertas. Kertas terbakar menjadi abu. Energi panas sangat berguna bagi kita. Energi panas dapat dihasilkan oleh bahan bakar. Contohnya batu bara, gas, minyak, dan kayu. Energi panas digunakan untuk menggerakkan alat transportasi. Contohnya mobil, pesawat terbang, kereta api, dan kapal. Matahari juga menghasilkan energi panas. Ibu mencuci pakaian. Kemudian ibu menjemurnya di luar rumah. Panas matahari mengeringkan cucian yang basah. Matahari adalah sumber energi panas. Energi panas sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana jika tidak ada energi panas? Mobil tidak bisa berjalan. Demikian juga kereta api dan pesawat. Jika kita ingin bepergian harus berjalan kaki. Ini tentu akan menyusahkan kita. Kita juga tidak dapat segera mengeringkan cucian. Petani tidak bisa mengeringkan padi. Pembuat kerupuk tidak dapat mengeringkan kerupuknya. Jadi begitu besar pengaruh energi panas.
2.      Energi Gerak
Aliran air memindahkan daun mengikuti arah alirannya. Daun bergerak. Penyebabnya dorongan dari aliran air di bawahnya. Jadi air yang mengalir memiliki energi. Energi ini disebut energi gerak. Energi gerak mudah kita temukan. Contohnya kipas angin, dan blender yang sedang digunakan. Aliran air merupakan energi gerak alami.
Begitu juga dengan angin. Angin adalah udara yang bergerak.
Dedaunan bergerak ketika tertiup angin.
3. Energi Bunyi
Energi oleh bunyi disebut energi bunyi. Bunyi dihasilkan oleh benda yang bergetar. Contohnya saat senar gitar dipetik. Senar gitar menjadi bergetar. Getaran itu menghasilkan bunyi. Seperti juga kecapi dan kendang. Suara kendang berasal dari getaran kulit kendang. Masih ada benda lainnya yang menghasilkan bunyi. Contohnya peluit dan lonceng. Jadi getaran akan menghasilkan bunyi. Pengaruh energi bunyi dapat kita rasakan. Kita dapat mendengar bunyi. Bunyi alat musik dapat menghibur kita. Bunyi lonceng sekolah sebagai tanda masuk kelas. Suara juga merupakan bunyi. Kita dapat mendengar suara teman kita.
4. Energi Listrik
Energi listrik sebagai sumber energi. Energi listrik banyak dimanfaatkan dalam kehidupan. Contohnya untuk menjalankan mesin di pabrik. Energi listrik juga digunakan dalam peralatan rumah tangga. Contohnya kipas angin, setrika, dan lampu. Lampu listrik menyala karena energi listrik. Setrika listrik menjadi panas karena energi listrik.
5. Energi Kimia
Energi kimia tersimpan dalam bahan kimia. Energi dalam tubuh kita juga energi kimia. Energi ini berasal dari bahan kimia alami. Bahan tersebut adalah makanan. Ada beberapa benda yang menyimpan energi kimia. Contohnya batu baterai dan accu (aki). Baterai digunakan untuk menyalakan berbagai peralatan. Contohnya jam dinding, mobil mainan, dan hand phone.
B.     Sumber Energi dan Kegunaannya
Energi berasal dari sumbernya. Sumber energi ada beberapa
macam.
1. Sinar Matahari
Matahari menghasilkan energi panas dan cahaya. Sinar matahari adalah sumber energi utama di bumi. Tanpa energi matahari, tidak ada kehidupan di bumi. Makhluk hidup bergantung pada cahaya matahari. Tumbuhan hijau membuat makanan dibantu sinar matahari. Proses ini dinamakan fotosintesis. Tumbuhan merupakan makanan hewan dan manusia. Jika tidak ada matahari, tidak ada tumbuhan. Juga tidak ada hewan dan manusia. Jadi di bumi tidak ada kehidupan jika tidak ada matahari. Panas matahari untuk mengeringkan cucian. Selain itu juga untuk mengeringkan bahan pangan. Contohnya ikan, padi, dan buah-buahan. Panas matahari juga dapat menghasilkan listrik. Cahaya matahari menerangi bumi. Ini menjadikan siang hari terang benderang. Saat siang hari kita dapat beraktivitas. Kita sekolah dan bermain di siang hari. Orang tua kita juga bekerja di siang hari. Bagaimana jika tidak ada cahaya matahari? Tentu, bumi ini akan gelap gulita.
2. Bahan Bakar Fosil
Bahan bakar fosil disebut juga bahan bakar mineral. Kata fosil berasal dari bahasa Latin fossa. Artinya “galian”. Fosil adalah sisa-sisa makhluk hidup yang menjadi batu atau mineral yang tertimbun di dalam tanah. Contoh bahan bakar fosil adalah batu bara, minyak mentah dan gas alam. Minyak mentah diolah menjadi minyak tanah, bensin, solar, avtur. Pembakaran bahan bakar fosil menghasilkan energi. Energi ini untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan listrik. Berbagai alat transportasi menggunakan bahan bakar fosil. Contohnya mobil menggunakan bensin dan solar. Pesawat terbang menggunkaan avtur. Gas alam lebih ringan dari udara. Gas alam cenderung mudah menyebar di udara. Gas alam juga bersifat mudah terbakar. Gas ini tidak berasa dan tidak berbau. Gas alam yang dijual telah diproses. Gas alam tersebut biasanya ditambah thiol. Tujuannya untuk mendeteksi bila terjadi kebocoran gas.
3. Bahan Makanan
Bahan makanan merupakan sumber energi. Bahan makanan dicerna dalam tubuh kita. Hasil pencernaan makanan adalah energi. Makanan kita berasal dari tumbuhan dan hewan. Energi kita gunakan untuk beraktivitas. Contohnya untuk menulis, membaca, berjalan, dan berlari.
4. Gerakan Air dan Angin
Air bergerak dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah. Air yang bergerak memiliki energi. Air pada bendungan menyimpan energi yang besar. Demikian juga pada air terjun. Aliran air ini dapat menggerakkan generator. Generator akan membangkitkan listrik. Oleh karena itu dinamakan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Angin juga menyimpan energi. Dahulu energi angin digunakan untuk menggerakkan perahu layar. Nelayan mencari ikan dengan perahu layar. Perahu layar juga sebagai alat transportasi. Sekarang, energi angin digunakan untuk menggerakkan kincir angin. Kincir angin ini dihubungkan dengan generator. Generator akan membangkitkan listrik.
5. Listrik
Listrik berasal dari mesin pembangkit listrik. Mesin pembangkit listrik membutuhkan energi lain. Contohnya energi air atau angin (PLTA), energi uap (PLTU), dan energi gas (PLTG). Energi listrik digunakan untuk berbagai keperluan. Contohnya menyalakan mesin dan peralatan elektronik. Misal lampu, radio, televisi, kulkas, dan komputer.
6. Baterai
Baterai merupakan sumber energi. Baterai digunakan dalam jam, lampu senter, dan radio. Baterai juga digunakan dalam alat mainan. Baterai ada dua jenis. Ada baterai yang dapat diisi ulang. Dan ada baterai yang tidak dapat diiisi ulang. Baterai yang dapat diisi ulang dapat terus digunakan. Jika energi di dalamnya habis dapat diisi kembali. Alat yang dibutuhkan adalah pengisi baterai (charger). Contoh baterai yang dapat diisi ulang adalah baterai untuk hand phone (HP).
C.     Mari Menghemat Energi
1. Hemat Energi Listrik
Kita harus memanfaatkan listrik secara efisien. Berikut langkah-langkah menghemat energi listrik.
a. Mematikan lampu saat meninggalkan ruangan.
b. Pilih lampu yang hemat energi.
c. Jangan terlalu sering membuka pintu kulkas.
d. Jangan memasukkan makanan atau minuman yang masih panas ke dalam kulkas.
e. Jangan menggunakan mesin cuci bila isinya hanya setengah.
f. Tidak menggunakan mesin pengering pakaian saat musim kemarau atau panas.
g. Jangan terlalu sering menyetrika. Sebaiknya tunggu hingga jumlahnya banyak.
2. Hemat Air
Menggunakan air dengan hemat. Tutup kran air jika sudah tidak digunakan. Jagalah jangan sampai terjadi kebocoran pipa. Sudahkah kamu menghemat penggunaan air bersih?
3. Hemat Bahan Bakar Minyak (BBM)

Pilihlah kompor yang hemat energi. Segera matikan kompor jika selesai memasak. Mengendarai kendaraan bermotor untuk bepergian yang penting. Mengendarai kendaraan secara bersama.
BAB 7 Gerak Benda

A.    Cara Benda Bergerak
1. Gerak Berputar
Bagaimana cara bergerak baling-baling kipas angin? Baling-baling kipas bergerak dengan berputar. Gerak berputar merupakan gerak mengelilingi pusat tertentu. Gerak jarum jam juga berputar. Gerak baling-baling helikopter juga berputar. Baling-baling helikopter berputar sangat kencang. Akibatnya pesawat dapat terbang.
2. Gerak Menggelinding
Gerak menggelinding hampir mirip dengan gerak berputar. Benda menggelinding juga mengalami gerak berputar. Perbedaannya benda yang menggelinding mengalami perpindahan tempat. Sedangkan benda yang berputar tempatnya tetap. Gerak menggelinding merupakan gerak berputar sambil berguling. Tidak semua benda dapat menggelinding. Benda berbentuk bulat lebih mudah menggelinding. Contohnya bola lebih mudah menggelinding daripada buku.
3. Gerak Jatuh
Coba lemparkan karet penghapusmu ke atas. Apakah karet penghapusmu akan tetap melayang di udara? Atau karet penghapus tersebut akan turun? Karet penghapus tersebut akan turun ke bawah. Gerakan ini disebut gerak jatuh. Gerak jatuh terjadi karena benda ditarik gaya gravitasi bumi. Gaya gravitasi juga disebut gaya tarik bumi. Arah gaya tarik bumi menuju pusat bumi. Buah yang sudah masak akan jatuh ke bawah. Gerakan ini juga dinamakan gerak jatuh. Contoh lainnya orang terjun payung dari pesawat.
4. Gerak Memantul
Gerak memantul terjadi setelah benda membentur sesuatu. Misalnya bola memantul setelah membentur lantai lapangan. Saat bola menuju ke lantai, bola bergerak jatuh. Setelah bola membentur lantai bola naik kembali. Olahraga tenis meja memanfaatkan gerak memantul.
Bola dapat mengalami gerak memantul. Begitu juga karet penghapus. Benda dari bahan karet dapat memantul. Gerak memantul bola lebih beraturan dibanding karet penghapus. Hal ini karena bentuk bola bundar. Buku tidak dapat memantul. Karena buku terbuat dari bahan kertas. Jadi, tidak semua benda dapat memantul.
5. Gerak Mengalir
Coba tuang air ke dalam gelas. Saat itulah air bergerak mengalir. Air mengalir ke dalam gelas. Bagaimana saat minum air dari gelas? Air mengalir dari gelas ke mulut kita. Zat cair bersifat dapat mengalir. Contoh zat cair adalah air. Air mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Adakah benda lain yang dapat mengalir? Ya, tentu ada. Udara juga dapat mengalir. Udara yang mengalir disebut angin.
B.     Faktor-Faktor yang Memengaruhi Gerak Benda
Bentuk benda memengaruhi gerak benda. Benda berbentuk lingkaran lebih mudah menggelinding. Benda berbentuk segitiga lebih sulit menggelinding. Begitu juga dengan benda berbentuk segiempat. Bagaimana seandainya roda mobil berbentuk segitiga? Apa yang akan terjadi? Ya benar. Mobil akan sulit bergerak. Oleh karena itu roda mobil dan semua kendaraan berbentuk lingkaran. Dengan demikian kendaraan dapat mudah berjalan. Jadi bentuk benda memengaruhi gerak benda. Bagaimana jika dua benda berbeda ukuran dijatuhkan? Apakah kedua benda sampai di lantai bersamaan? Semakin luas permukaan benda, semakin besar hambatan udaranya. Contohnya menjatuhkan selembar kertas dengan sebutir kelereng. Kelereng akan sampai di lantai terlebih dahulu. Hal ini karena luas permukaan kelereng lebih kecil. Sayap pesawat udara dibuat melebar dan tipis. Dengan demikian pesawat dapat terbang dengan leluasa. Sebaliknya, moncong pesawat terbang dibuat meruncing. Tujuannya memperkecil hambatan udara. Dan pesawat dapat melesat cepat di angkasa. Permukaan lintasan yang dilalui benda juga memengaruhi gerak benda.
Kelereng meluncur pada meja tidak berpasir lebih jauh. Jadi permukaan lintasan memengaruhi gerak benda. Permukaan lintasan yang kasar cenderung menghambat gerak benda. Coba perhatikan laju mobil. Mobil mudah melaju di jalan beraspal dan datar. Sebaliknya mobil sulit melaju di jalan belum beraspal.
Jadi gerak suatu benda dipengaruhi oleh:
1. bentuk benda,
2. luas permukaan benda, dan

3. bentuk permukaan lintasan yang dilalui benda.
BAB 6 Benda dan Kegunaannya

A.    Mengetahui Kegunaan Suatu Benda
Sekarang kamu akan belajar kegunaan benda. Semua benda di sekitar berguna. Benda-benda tersebut memudahkan dan membuat nyaman hidup kita. Setiap saat kita menggunakan beragam benda. Kita menggunakan gayung untuk mengambil air. Kita menggosok gigi dengan sikat gigi. Kita menggunakan sabun untuk membersihkan badan. Kita mengelap air di tubuh dengan handuk. Ibu memasak menggunakan berbagai peralatan masak. Kompor digunakan untuk memanaskan makanan. Makanan diletakkan di atas penggorengan. Ibu membutuhkan minyak goreng. Kemudian makanan dibawa ke meja makan. Kamu ke sekolah mengenakan baju seragam. Kamu juga memakai kaus kaki dan sepatu. Kamu membawa tas sekolah dan alat tulis. Baju melindungi tubuh kita dari panas dan angin. Kaus kaki membuat kaki terasa nyaman. Kaki menjadi tidak lecet saat mengenakan sepatu. Sepatu melindungi kaki kita. Kaki menjadi aman dari kerikil dan benda tajam. Kita berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan. Kendaraan mempercepat perjalanan. Kendaraan ada bermacam-macam. Ada sepeda, sepeda motor, bus, dan mobil. Guru menulis di papan tulis. Papan tulis dibuat lebar dan dicat hitam. Guru menulis dengan kapur tulis. Kapur tulis berwarna putih. Tulisan dengan kapur tulis mudah dilihat. Tulisan ini mudah dihapus. Penghapus papan tulis berbeda dengan penghapus pensil.
B.     Menggunakan Benda Sesuai dengan Tujuannya
Dapatkah kamu memotong kayu menggunakan pisau dapur? Ya mungkin saja bisa. Akan tetapi kamu membutuhkan waktu lebih lama. Memotong kayu lebih mudah menggunakan gergaji. Pisau dapur tidak didesain untuk memotong kayu. Pisau dapur untuk memotong bahan-bahan yang lunak. Contohnya sayuran, buah-buahan, dan daging. Jadi kita harus menggunakan benda sesuai fungsinya.
Penghapus papan tulis untuk menghapus tulisan di papan tulis. Karet penghapus untuk menghapus tulisan pensil di atas kertas. Tisu tidak bisa digunakan untuk menghapus tulisan. Tisu untuk mengelap kotoran pada wajah dan tubuh kita. Kita harus menggunakan benda sesuai tujuan pembuatannya.
C.     Kegunaan Benda Berdasarkan Bahan Pembuatnya
1. Benda Berbahan Kertas
Kertas termasuk barang yang multiguna. Artinya, kertas memiliki bermacam-macam kegunaan. Buku terbuat dari kertas. Koran dan majalah dicetak di atas kertas. Kertas juga digunakan untuk pembungkus. Contohnya untuk mengemas bahan makanan dan semen. Kertas juga dapat digunakan untuk mengelap kotoran. Contohnya kertas tisu.
2. Benda Berbahan Kayu
Kamu tentu mempunyai pensil bukan? Batang pensil terbuat dari kayu. Meja, kursi, lemari, dan pintu juga terbuat dari kayu. Kayu diambil dari batang pohon. Ada banyak jenis kayu. Contohnya kayu jati, kalimantan, meranti, dan sengon. Setiap jenis kayu memiliki kelebihan. Misalnya kayu jati bersifat keras. Kayu jati cocok untuk membuat perabot rumah.
3. Benda Berbahan Plastik
Plastik adalah bahan yang mudah dibentuk tetapi kuat. Plastik dibuat di pabrik plastik. Plastik digunakan untuk membuat berbagai benda. Contohnya kantong plastik, stiker, dan wadah makanan. Kursi dan meja juga dibuat dari plastik. Plastik juga dapat diubah menjadi bahan yang tahan panas. Contohnya teflon. Teflon digunakan untuk melapisi alat masak. Tujuannya agar masakan tidak lengket pada alat masak.
4. Benda Berbahan Kaca

Kaca adalah bahan beningyang tembus pandang. Kita dapat melihat benda di balik kaca. Kaca dibuat dengan melebur silika (pasir). Kemudian didinginkan dengan cepat. Ada jenis kaca yang mudah hancur. Ada jenis kaca yang kuat bahkan tahan peluru. Jendela, gelas minum, dan cermin dibuat dari kaca. Lensa mata juga dibuat dari kaca.
BAB 5 Perubahan Sifat Benda

A.    Berbagai Perubahan Sifat Benda
1. Perubahan Wujud
Ingat bahwa wujud benda adalah padat, cair, dan gas. Benda dapat berubah dari wujud satu ke wujud lainnya. Benda padat dapat berubah wujud menjadi benda cair. Benda cair juga dapat berubah wujud menjadi benda padat. Benda padat dapat berubah wujud menjadi benda gas. Kapur barus berwujud padat. Kapur barus berubah menjadi gas jika dibiarkan di ruangan terbuka. Perubahan wujud daripadat menjadi gas dinamakan menyublim. Spiritus berupa benda cair. Spiritus berubah wujud menjadi gas jika dibiarkan di ruangan terbuka. Perubahan wujud dari cair menjadi gas dinamakan menguap. Masih banyak contoh perubahan wujud dalam kehidupan sehari-hari. Dapatkah kamu memberikan contoh perubahan wujud lainnya? Pernahkah kamu makan es krim? Es krim berwujud padat. Es krim jika dibiarkan di udara terbuka akan mencair. Mencair adalah perubahan wujud dari padat menjadi cair.
2. Perubahan Bentuk dan Ukuran
Bentuk benda dapat diubah. Manusia mengubah bentuk benda sesuai keperluannya. Kayu di hutan semula berbentuk bulat memanjang. Kemudian tukang kayu mengolahnya menjadi perabot rumah. Contohnya meja, kursi, lemari, dan pintu. Bentuk kayu berubah menjadi persegi, segitiga, dan lingkaran. Ukurannya juga berubah. Bentuk dan ukuran disesuaikan dengan barang yang dibuat.
3. Perubahan Warna
Benda dapat berubah warna. Perubahan ini dapat disebabkan oleh pembakaran atau pemanasan. Pernahkah kamu membakar sampah di rumahmu? Sampah terdiri dari berbagai macam benda. Warnanya juga beraneka ragam. Setelah dibakar semuanya berubah menjadi arang. Arang berwarna hitam. Perhatikan warna batu bata dan genting. Batu bata dan genting berwarna merah tua. Batu bata dan genting terbuat dari tanah liat. Tanah liat ini berwarna cokelat tua. Tanah liat dicetak kemudian dibakar. Warna tanah liat berubah setelah dibakar.
4. Perubahan Rasa
Benda dapat mengalami perubahan rasa. Pada umum nya yang mengalami perubahan rasa adalah bahan makanan. Bahan makanan ini berubah rasa setelah dimasak/dipanaskan. Contohnya beras rasanya tidak enak. Beras dipanaskan/ dimasak menjadi nasi. Nasi rasanya enak. Jadi beras berubah rasanya karena dipanaskan. Makanan juga dapat berubah rasa karena dibiarkan di udara terbuka.
B.     Perbandingan Benda Sebelum dan Sesudah Berubah
Samakah bentuk kayu dengan meja? Bagaimana warna kertas sebelum dan sesudah dibakar? Bagaimana rasa dan warna telur sesudah dimasak? Benda yang telah mengalami perubahan berbeda dengan asalnya. Perbedaan itu meliputi wujud, bentuk, ukuran, warna, dan rasa. Mari melakukan percobaan berikut ini untuk memahaminya.
C.     Manfaat Perubahan Sifat Benda
Dapatkah kita makan beras? Mungkinkah kita menyimpan baju di dalam gelondongan kayu? Dapatkah kita memakai kapas untuk menutupi tubuh? Semua pertanyaan itu jawabannya adalah tidak. Perut kita akan sakit jika makan beras. Beras harus diubah dahulu menjadi nasi. Beras setelah dimasak berubah menjadi nasi. Nasi lunak dan enak dimakan. Beras telah mengalami perubahan rasa dan kekerasan. Kayu di hutan nilai manfaatnya tidak banyak. Kayu harus diolah dan diubah bentuknya menjadi berbagai barang. Kayu yang sudah diolah akan lebih bermanfaat bagi kehidupan manusia. Kayu dapat diolah menjadi lemari atau rak. Pakaian yang kita pakai berasal dari kain. Kain dapat berasal dari kapas. Kapas menjadi lebih bermanfaat setelah berubah menjadi pakaian.
as. Benda gas dapat kita rasakan keberadaannya. Akan tetapi tidak semua benda gas dapat dilihat. Benda gas bersifat mengisi semua ruang yang ditempatinya. Bentuk benda gas berubah-ubah sesuai tempatnya.
BAB 4 Sifat Benda

A.    Mengenal Sifat Benda di Sekitar Kita
Benda memiliki sifat berbeda-beda. Sifat-sifat benda antara lain:
1. Kekerasan Benda
Ada benda yang mudah diubah bentuknya. Ada juga benda yang sulit diubah bentuknya. Ini disebabkan perbedaan kekerasan benda tersebut. Perhatikan benda-benda di sekitarmu. Plastisin adalah benda yang lunak. Plastisin dapat dipotong dengan penggaris. Kertas tidak dapat dipotong dengan penggaris. Akan tetapi kertas dapat dipotong dengan gunting. Batu adalah benda yang lebih keras. Batu tidak dapat dipotong dengan gunting.
2. Kekasaran Benda
Coba raba buku tulismu. Bagaimana rasanya? Permukaan buku tulis halus. Sekarang coba raba sol sepatumu. Rasanya sangat kasar bukan? Jika sepatumu halus kamu akan mudah terpeleset. Permukaan benda memiliki kekasaran yang berbeda-beda. Kekasaran permukaan benda disesuaikan dengan fungsinya. Jalan raya dibuat kasar agar penggunanya tidak mudah tergelincir. Bola sepak halus agar tidak melukai saat ditangkap.
3. Wujud Benda
Wujud benda ada tiga. Ada benda cair, padat, dan gas. Contoh benda cair adalah air, susu, dan minyak. Contoh benda padat adalah pensil dan batu. Adapun contoh benda gas adalah udara.
B.     Sifat Benda Padat
Contoh benda padat adalah alat tulismu. Bagaimana sifat benda padat itu? Coba ambil pensilmu. Letakkan di meja. Amati bentuk dan ukuran pensil tersebut. Kemudian letakkan pensil tersebut di tasmu. Amati bentuk dan ukuran pensil kembali. Apakah bentuk dan ukuran pensil berubah? Bentuk pensil saat di meja dan di tas sama. Ukuran pensil saat di meja dan di tas sama. Jadi bentuk dan ukuran benda padat tetap. Meskipun benda padat dipindahkan tempatnya.
C.     Sifat Benda Cair
Benda cair banyak kita temukan di sekitar kita. Contohnya minyak goreng, kecap, sirop, dan air. Air dalam gelas bentuknya seperti gelas. Air dalam mangkuk, bentuknya seperti mangkuk. Air dalam botol kaca bentuknya seperti botol kaca. Bentuk air mengikuti bentuk wadahnya. Jadi bentuk zat cair mengikuti wadahnya. Perhatikan gambar di samping. Kamu tidak bisa menggenggam air. Hal ini karena air bersifat mudah mengalir. Jadi, benda cair dapat mengalir.
D.    Sifat Benda Gas

Benda gas tidak mudah dilihat. Contoh benda gas adalah uap air, udara, dan angin. Perhatikan saat ibumu merebus air. Saat mendidih maka terlihat uap air. Uap air ini mengepul di atas panci. Saat mendidih air berubah wujud menjadi gas. Benda gas dapat kita rasakan keberadaannya. Akan tetapi tidak semua benda gas dapat dilihat. Benda gas bersifat mengisi semua ruang yang ditempatinya. Bentuk benda gas berubah-ubah sesuai tempatnya.
BAB 3 Lingkungan dan Kesehatan

A.    Lingkungan Sehat
1. Kebersihan Lingkungan
Lingkungan yang kotor merupakan sumber penyakit. Bibit penyakit suka bersarang di tempat kotor. Jadi kita harus menjaga kebersihan lingkungan. Bagaimana cara menjaga kebersihan lingkungan? Kita harus rajin menyapu lantai. Kita juga harus membersihkan selokan. Membuang sampah pada tempatnya. Meletakkan barang-barang di tempatnya. Contoh- nya buku ditata rapi di rak. Pakaian dilipat dan dimasukkan dalam lemari pakaian.
2. Udara dan Air Bersih
Setiap saat kita menghirup udara. Bagaimana jika udara itu tidak bersih? Apa yang akan kita alami? Ya, kita akan sering batuk. Dan lama-lama paru-paru kita rusak. Jadi udara kotor dapat mengganggu kesehatan. Kita harus selalu menghirup udara bersih. Udara di daerah pegunungan bersih dan segar. Di pegunungan banyak tumbuhan yang mengeluarkan oksigen. Oksigen diperlukan oleh tubuh kita. Di pegunungan tidak banyak pencemar udara. Contoh pencemar udara adalah asap pabrik. Pencemar udara lainnya adalah asap kendaraan bermotor. Bagaimana dengan udara dirumahmu? Rumah yang sehat mempunyai sirkulasi (pertukaran) udara yang baik. Rumah harus mempunyai pintu, jendela. Rumah juga harus mempunyai lubang angin atau ventilasi. Jika pertukaran udara lancar, udara di dalam rumah menjadi segar. Selain itu, sinar matahari harus cukup masuk ke dalam rumah. Sinar matahari menjadikan rumah tidak lembap. Rumah yang lembap dan gelap menjadi sarang bibit penyakit. Air yang bersih juga menjadikan lingkungan kita sehat. Kehidupan kita sehari-hari membutuhkan air. Air kita gunakan untuk minum, mandi, memasak, dan mencuci. Air yang kita perlukan adalah air bersih. Kamu tentu tidak mau mandi dengan air kotor, bukan? Tahukah kamu cara mengetahui bahwa air itu bersih? Ya, air bersih tidak berwarna dan tidak berbau. Air yang berwarna dan berbau menunjukkan adanya zat lain yang tercampur di dalamnya.
B.     Penyebab Lingkungan Tidak Sehat
Kesehatan lingkungan kita tergantung pada kita sendiri. Lingkungan tidak sehat disebabkan oleh kebiasaan hidup kita. Contohnya membuang sampah sembarangan. Kebiasaan membuang sampah sembarangan merugikan kita. Ini akan mengganggu keindahan dan kesehatan lingkungan. Kebiasaan ini juga dapat menyebabkan bencana. Sampah adalah tempat kesukaan lalat. Lalat tersebut dapat hinggap di makanan. Lalat dapat menyebarkan penyakit. Kita tidak boleh membuang sampah di selokan atau sungai. Sampah akan menyumbat aliran air. Akibatnya dapat menimbulkan banjir.
C.     Kondisi Lingkungan yang Memengaruhi Kesehatan
1. Pencemaran Tanah
Tanah dapat tercemar. Penyebab pencemaran tanah, antara lain:
a. Pembuangan sampah plastik. Plastik tidak dapat membusuk. Kita tidak boleh membuang sampah plastik di tanah. Sampah plastik dikumpulkan. Plastik dapat didaur ulang.
b. Limbah cair (air sisa proses industri) dari industri.
c. Kecelakaan kendaraan pengangkut minyak atau limbah cair. Jika minyak atau limbah cair tumpah ke tanah akan mencemari tanah. Pencemaran tanah menyebabkan berkurangnya kesuburan tanah. Keadaan ini dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Dan lama kelamaan tanaman dapat mati.
2. Pencemaran Udara
Udara tercemar karena masuknya zat berbahaya. Pencemaran udara berupa debu dan asap. Bau tidak sedap juga merupakan pencemaran. Debu berupa butiran benda padat yang halus. Debu ini ada di mana-mana. Coba raba dinding kelasmu. Apa yang kamu lihat dan rasakan? Tanganmu akan berwarna keabu-abuan. Kamu juga merasakan ada serbuk halus di tembok. Itulah debu. Debu yang terhirup dapat menyesakkan pernapasan. Jadi bersihkan ruanganmu setiap hari. Timbunan sampah dapat menyebabkan pencemaran udara. Timbunan sampah menimbulkan bau tidak sedap. Timbunan sampah juga mengganggu keindahan lingkungan. Jadi kita harus membuang sampah pada tempatnya. Tempat sampah harus ditutup rapat. Tujuannya agar baunya tidak mencemari udara sekitar.
Asap adalah pencemar udara yang berbahaya. Asap berbahaya jika kita hirup. Sumber asap antara lain dari:
a. letusan gurung berapi,
b. aktivitas pabrik,
c. asap rokok,
d. asap kendaraan bermotor, dan
e. asap dari pembakaran sampah.
Asap kendaraan bermotor berbahaya. Asap ini mengandung gas karbon dioksida. Gas ini sangat beracun. Bila dihirup dapat menyebabkan mual dan kepala pusing. Bahkan mengakibatkan pingsan hingga kematian. Pencemaran udara juga merugikan tumbuhan. Zat pencemar udara menempel pada daun. Zat ini menghalangi masuknya sinar matahari. Jadi zat pencemar menghambat fotosintesis.
3. Pencemaran Air
Pencemaran air dapat disebabkan oleh limbah pabrik. Limbah pabrik mengandung bahan-bahan berbahaya. Limbah tidak boleh langsung dibuang ke sungai. Pencemar air lainnya adalah pupuk kimia dan pestisida. Pestisida adalah bahan pembunuh hama tanaman. Pupuk kimia dan pestisida akan meresap ke tanah. Kemudian masuk ke sungai dan danau. Sabun dan detergen juga mencemari air. Air yang tercemar menjadi beracun. Kita tidak boleh minum dan mandi dengan air ini.
D.    Memelihara Kesehatan Lingkungan

Memelihara kesehatan lingkungan berarti menjaga kesehatan. Jika lingkungan sehat, tubuh kita juga sehat. Kita harus menjaga kesehatan lingkungan agar terhindar dari penyakit. Kita harus rajin membersihkan rumah kita. Lantai rumah perlu disapu dan dipel. Tujuannya agar rumah kita tidak berdebu. Debu dapat mengganggu pernapasan kita.